Menunggu Hujan Bulan Juni di Bulan Juni

sebuah kabar gembira bagi penggemar puisi Sapardi Djoko Damono

Saya sudah pernah cerita bukan, bahwa saya sangat menyukai puisi karya Sapardi Djoko Damono? Saya juga sudah pernah cerita bukan, bahwa saya memiliki sebuah kaset berisikan musikalisasi puisi-puisi tersebut, yang dilantunkan dengan manisnya dan diiringi dengan petikan gitar?

Beberapa hari yang lalu saya menerima sebuah email yang isinya merupakan berita yang paling menggembirakan buat saya hari itu. Atas seijin penulis surat, saya ingin membaginya kepada teman-teman semua...


From: nana
To: neenoy
Subject: sapardi djoko damono
Date: Thu, 23 Jan 2003 16:22:26 +0700

neenoy yang baik,
website Anda tidak sengaja kami temukan waktu iseng-iseng surfing. senang juga baca-baca posting teman-teman Anda di situ. gak pa-pa kan? enak juga ngobrolin begitu banyak hal yang mungkin sudah luput dari keseharian kita yang serba cepat-cepat dan grusa-grusu ini.

satu hal yang lalu kami perhatikan: soal puisi SDD (demikian kami biasa menyingkat nama penyair itu). kebetulan, kamilah yang nyanyi rame-rame malu-maluin di kaset punya Anda itu. sudah tua-tua nih, tapi hobi jalan terus, meski gak ada yang mau dengerin. siapa lah mau dengerin lagu puisi?

mumpung sudah tua (lho?) kami mau bikin sesuatu yang... kalau di angan-angan kami sih, manis buat dibaca-baca dan didengarkan. entah saat sedang jatuh cinta, sedang ingin menyendiri, atau sedang in the mood untuk merenungkan mau apa sih kita semua ini sebagai manusia... kok gampang bener berantem.
tunggu tanggal mainnya ya? agak lama sih, karena rasanya kami mesti mulai lagi dari nol. maklum, umur udah jauh...

kalau neenoy dan teman-teman suka, kami akan senang sekali andai bisa menyanyikan lagi puisi-puisi cantik itu buat Anda semua...

salam,
ari-reda-nana-umar-sapardidjokodamono


dalam kesempatan berikutnya, mbak nana melanjutkan...



Rencana kami itu lebih didasari semata oleh keinginan untuk kembali nyanyi serius -- bukan cuma di kamar mandi atau di dekat anak sendiri yang malah tutup telinga dengar suara ibunya. Masih puisi SDD, masih main di gitar juga, karena... hehe... kayaknya emang begitulah manisnya. Kami sangat tidak ingin kalau musik kami harus menilep (eh, bahasa apa ya ini?) bunyi larik puisinya sendiri. Di samping itu, kami selalu mau agar lagu-lagu itu bisa didendangkan dengan santai saat kita bikin kopi sore-sore, tanpa kita mesti mengesampingkan puisinya. Ada teman yang pernah bilang, lagu kami itu bisa meruntuhkan kemurkaan suaminya gara-gara dia kebablasan pakai Mastercard-nya, hehehe...

Andai tak ada aral melintang, kami mau Juni nanti kita semua bisa ketemu somewhere... We'll keep in touch ya, Noy... dan salam buat teman-teman!


Kabar di atas adalah kabar yang sangat menggembirakan buat saya. Mudah-mudahan juga kabar yang menggembirakan juga buat teman-teman semua.

Untuk Mbak Nana, Mas Ari, Mbak Reda, Mas Umar, Pak Sapardi... saya akan sangat menantikan "hujan bulan juni" di bulan Juni nanti... semoga tak ada aral yang melintang...


UPDATE : 30 Jan 03

Jika mau tahu lebih banyak lagi tentang puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono, link berikut mungkin bisa membantu:

No comments: