Her Story (2)

Beruntunglah perempuan yang dapat mencintai ibunya dengan mudah. Yang tetap menyukai ibunya walaupun ia telah beranjak dewasa. Yang dapat menceritakan segala kisah pada ibunya tanpa harus merasa takut salah ucap. Yang dapat mencium pipi putih ibunya tanpa harus merasa rikuh. Yang tak harus menahan diri untuk tak berkata tajam, setiap kali sang ibu berbicara padanya. Yang dapat dengan mudahnya mengucap, “I love you, Bu!”

Beruntunglah mereka.

2 comments:

Anonymous said...

neenoy... beruntunglah.. aku tak seberuntung itu. Ketika Ibu mulai sakit aku hanya mendampinginya sehari. Mengantarkannya berkeliling seluruh keluarga[pamitkah?]. Ketika sakitnya mulai parah, aku hanya menjenguknya sehari, sempat sedikit bercerita masa kecilku, dan menitikkan air mata. Ketika beliau pulang, aku hanya sempat mengantarnya dengan doa ketika seluruh prosesi pemberangkatan telah selesai...
Rasanya, baktiku hanya sedikit sekali tak sebanding dengan pengorbanan untukku.....

dit

Hani said...

mudah2an kita termasuk orang2 yang beruntung itu :)