Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Maaf





Selamat Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin

maaf
maaf
maaf




*image by itypeit (via okke)

Another New Year...


Tahun yang baru lagi, 2006. Masih harus membiasakan diri untuk menuliskannya, 2_0_0_6.

Saya lagi ingin menulis, jadi mari mencoba menulis. Tentang apa? Tentang malam tahun baru yang baru lewat? Tidak ada yang spesial, karena kami sudah tertidur sebelum pukul sepuluh malam. Lalu menulis tentang apa? Tentang resolusi tahun baru? Sigh... terlalu malas untuk punya resolusi...

Bagaimana dengan menghitung nikmat yang diterima selama 2005? Belum pernah saya benar-benar menyempatkan diri untuk duduk menekur dan mendaftar seluruh anugrah nikmat ataupun rejeki. Oh, bukan berarti saya tidak pernah bersyukur. Maksud saya begini... saya hanya tidak pernah merinci duka dan bahagia dalam sebuah daftar, imajiner apalagi tertulis.

Tapi gak ada salahnya kan bila kali ini mencoba?
2005... apa yang sudah saya lalui?

Di tahun 2005, saya kembali bekerja. Pekerjaan yang cukup menantang dan menarik, rekan kerja yang menyenangkan. Saya sangat bersyukur akan hal ini. Bekerja dengan senang, ...paling tidak, sekarang saya tahu bagaimana rasanya menyukai 'pekerjaan'.

2005, Obin mulai sekolah... Pengalaman baru buat dirinya. Dan juga buat kami, orang tuanya. Dari hal sesederhana 'menyekolahkan anak' ini, saya belajar sungguh banyak hal. Pertama tentang menghadapi kegagalan. Ini sangat personal sebenarnya. Saya baru sadar bahwa saya jarang mengalami kegagalan dan rasa kecewa karena gagal. Bukan... bukan karena saya selalu berhasil. Tapi lebih karena saya nyaris tidak punya ambisi atau obsesi besar. Tapi ternyata menyekolahkan Obin di sekolahnya sekarang, harus saya akui adalah impian saya, yang pernah saya coba abaikan karena tidak ingin memaksakan impian saya padanya. Rasa kecewa ketika tidak dapat menyekolahkannya di sana, benar-benar membuka mata saya betapa saya ternyata sangat menginginkannya. Sekali lagi ini sangat personal dan tidak ingin saya tulis panjang lebar di sini. Kedua, saya belajar tentang tawakal, berserah diri kepada-Nya, berusaha semaksimal mungkin dan percaya bahwa Ia-lah yang maha tahu apa yang terbaik. Alhamdulillah setelah Ia menguji saya dengan kecewa, membuat saya belajar tentang tawakal... Ia pun membukakan jalan. Insya Allah, impian saya sejalan dengan kehendak-Nya. Itu baru dua hal, masih banyak yang saya pelajari dari sini... bagaimana mencoba menerima anak apa adanya, bagaimana berusaha menjadi orang tua yang kreatif: selalu bermain tarik ulur antara bersikap 'konsisten' dan 'luwes'... dan masih banyak lagi.

Salah satu yang terbaik di tahun 2005 lalu, saya dan suami tidak lagi menjadi 'week-end husband and wife'. Finally, setelah 5 tahun menikah... :) Kami berdua nyaris tidak punya target untuk kehidupan kami. Benar-benar hidup mengalir saja. Bukannya tanpa masalah, hidup seperti ini. Tak jarang ini bahkan menjadi salah satu pemicu pertengkaran. Tapi walaupun tanpa tenggat waktu, kami berdua punya tujuan-tujuan yang sama, ke mana akan mengarahkan sauh. Ternyata cepat atau lambat, selama kami tetap berusaha untuk setia pada tujuan; Insya Allah kami akan mencapainya...
(I love you, Ayah...)

Tiga hal di atas, serta udara yang saya hirup, nikmat kesehatan yang seringkali saya lupakan dan kerapkali tak saya jaga, air dan makanan yang masuk ke dalam tubuh saya, orang tua yang tak pernah berkurang kasih sayangnya, keluarga yang selalu 'ada', orang-orang di sekeliling yang kadang menjadi cermin diri, dan berjuta 'nikmat' lain yang sering saya lupakan... ; atas semua hal itu saya bersyukur.

Duka dan kecewa? Rasanya tak ada lagi yang perlu dituliskan. Rasanya menjadi begitu tak berarti dibanding nikmat yang saya terima. Lagipula di dalam setiap duka dan kecewa, Insya Allah ada nikmat yang perlu saya syukuri...

Selamat 2006!

ied

Selamat Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Apakah Bencana Alam itu?



Apakah bencana alam itu? Sekedar peristiwa alam yang tak terhindarkan? Teknologi memprediksi, manusia meramal, tapi kerap tak terhindarkan?

Apakah bencana alam itu? Kemarahan alam? Atas segala kerusakan yang diperbuat oleh manusia di muka bumi ini?

Apakah bencana alam bagi orang-orang yang mengalaminya? Sebagai individu? Sebagai bangsa? Sebuah musibah yang menimbulkan kepedihan-kesengsaraan, tapi lalu hilang lupa? Sebuah ujian? Sebuah teguran? Peringatan? Bahwa ada hal yang jauh lebih penting dari sekedar bertengkar, bermusuhan, dan berperang? Yaitu kehidupan?

Apakah bencana alam buat orang-orang yang berada di tempat yang jauh? Buat orang-orang yang nyaris tak terusik oleh bencana itu? Yang hanya menyaksikan dari televisi atau membacanya di koran pagi? Sebuah bahan obrolan sambil menyesap kopi? Sebuah bahan untuk ditulis sebagai posting terbaru di weblog?

Apakah bencana alam buat orang-orang yang berada di tempat yang jauh?
Buat diriku?

Kali ini, sebuah suara di hati berkata lemah,

Bila musibah kecil yang menimpa tetanggamu sudah menjadi terlalu biasa untukmu… Bila musibah yang lebih besar di seberang pulau tak juga membuat hatimu tergerak, maka Ia perlihatkan padamu sebuah bencana yang lebih besar lagi… dan yang lebih besar lagi… Dan bila itu juga tak membuat hatimu bergeming… entah apa yang akan diperlihatkan-Nya kelak padamu…

* Gempa Bumi dan Tsunami, Sumatera, Desember 2004

UPDATE:

Mari kita ulurkan tangan, memberikan bantuan apa yang kita mampu untuk para korban bencana ini.

Berikut beberapa blog yang memuat list nomor rekening dan posko pengumpulan bantuan dan sumbangan:



  • Posko Blogger Family dan Annisa Foundation (dengan beberapa rekening internasional). Detailnya bisa di lihat di blognya Bunda Shafiya
  • Blognya Okke (Rekening Indosiar, RCTI, Koordinator Kesra, dll).
  • Indonesia Help. Online information about resources, aid and donations for quake and tsunami victims in Aceh & North Sumatra (Indonesia)

Semoga bantuan yang kita berikan dapat membantu meringankan beban yang ditanggung oleh saudara-saudara kita di Aceh dan sekitarnya. Amiin...

Fitri

Pagi ini, telepon genggam saya mulai menerima SMS Lebaran. Bertaburan kata-kata puitis, manis, menyentuh, atau bahkan lucu. Menyambung silaturahmi.

Seperti biasa, saya kehilangan kata-kata. Mungkin memang pada dasarnya tidak kreatif :). Maka saya hanya bisa berkata:

Selamat Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Dua Batang Kembang Api

Ah, ternyata masih ada dua batang kembang api. Kutemukan tergeletak di atas sebuah rak. Kembang api sisa yang kubeli iseng beberapa bulan lampau. Besok saja ‘kan kunyalakan, lumayan untuk tahun baru, kataku.

Malam penghujung tahun tiba, ada dua batang kembang api tergeletak di atas rak. Bin, bunda punya kembang api, nyalain yuk? Ku ajak bintang kecilku ketika ia masih terjaga, berharap sebuah kata jawab ‘yuuuk’ yang antusias diberikannya. Gak, bobok aja, tolaknya. Oke deh, bobok aja ya.

Malam makin bergerak ke akhir (ataukah awal?) dan dua batang kembang api kini di atas meja, di samping sekotak korek-api, siap untuk dinyalakan. Aku terbaring terjaga tak terlelap di sebelah bintangku yang masih saja gelisah tidurnya. Sesekali punggung tanganku meraba merasakan panas kening suhu tubuhnya yang masih saja naik turun tak kunjung normal. Sudah dua malam tidurnya gelisah serba-salah terkadang menangis, terganggu demam mungkin juga ngilu di seluruh sendi, seperti yang kurasakan dua malam sebelumnya. Kuteringat dua batang kembang api yang kini di atas meja di samping sekotak korek-api. Nanti ‘kan kunyalakan kalau bintangku sudah lebih lelap. Tak perlu pula menunggu malam berganti, tahun beralih. Takut terlanjur jatuh tertidur aku.

Malam makin malam tak terasa. Di jam dinding, ketiga jarum - pendek panjang detik – merayap bergerak berlari dengan waktunya sendiri, makin mendekat pada janji bertemu di angka dua-belas. Ada dua batang kembang api di atas meja menanti dan bintangku sudah tampak lebih nyenyak…

Dua batang kembang api kini tergeletak di depanku, di lantai teras yang sudah kumatikan cahaya lampunya. Dua batang kembang api sisa, kunyalakan susah-payah satu-satu di antara gerak tiga jarum melewati angka dua-belas, di perbatasan sebuah akhir dan awal (bila ada). Dua batang kembang api, lemah sudah pijarnya karena waktu, kunyalakan di antara ramai-riuh terompet dan klakson mobil di kejauhan.

… ada dua batang kembang api, nyala - pendar - indah - sekejap - lenyap - bara - abu - malam - kembali - gelap. dua batang kembang api, rasa - asa - syukur - hampa - biasa - baur - lalu - hilang - lupa. tapi dua batang kembang api, sebersit suka…

Selamat 2004!

Andai tidak ada kendaraan bermotor...

Beberapa hari yang lalu seorang teman mengemail gw, menyampaikan woro-woro acara Car Free Day. Hi, you ;). Katanya, hari Minggu ini, 21 September 2003, sepanjang Jl. Sudirman – Thamrin – Jakarta, akan ditutup bagi kendaraan bermotor, kecuali kendaraan umum. Di ruas jalan itu, akan diadakan berbagai kegiatan: aerobik, sepeda santai, pentas musik, bazaar, lomba gambar & berbagai permainan untuk anak, sepak bola jalanan dan lain-lain. Menurut informasi, acara ini dalam rangka Hari Tanpa Kendaraan Bermotor Sedunia (World Car Free Day) dan tujuannya antara lain untuk menyadarkan masyarakat Jakarta bahwa kondisi udara di kotanya sudah sangat mengkhawatirkan -- terutama disebabkan oleh asap knalpot kendaraan bermotor.

Hm… jadi mikir. Udah berapa tahun gw hidup di kota ini? Sekitar dua pertiga dari hidup gw, bisa dibilang. Berarti sekitar 20 tahun. Dulu, waktu gw belum berani nyetir sendiri, kemana-mana gw naik kendaraan umum. Salah satu hal yang paling gw sebelin dari naik kendaraan umum ini, selain desak-desakkannya, adalah polusinya. Kalo gw naik kendaraan umum kan berarti gw harus nunggu dulu di halte, atau di pinggir jalan. Kadang harus jalan dulu, harus nyebrang jalan, dsb. Untuk itu, gw gak akan bisa menghindar dari yang namanya asap knalpot. Duh tuh asap knalpot… gak tahan banget deh gw…

Karena suatu hal yang bikin gw kepepet, akhirnya gw berani juga nyetir mobil. Sejak saat itu, good bye deh tuh bis, patas, dan kereta jabotabek. Bye-bye asap knalpot… Biar pun kaki pegel nginjek kopling-rem terus, gw lebih rela deh. Cuma ironisnya, dengan gw bawa mobil sendiri, berarti gw juga udah menjadi penyumbang asap knalpot seperti yang lainnya… Kok jadi lingkaran setan sih… *sigh*

Balik ke Hari Tanpa Kendaraan Bermotor ini, ya sepertinya kita memang harus terus diingatkan, bahwa kita perlu memperhatikan kualitas udara yang toh kita juga yang menghirupnya. Seandainya car free day ini tidak hanya terjadi satu hari saja, ah betapa senangnya…

---

Car Free Day. Meriahkan acaranya. Tinggalkan mobil dan motor anda di rumah! Gunakan kendaraan umum atau sepeda untuk bergabung ke Bundaran HI. Kapan lagi bisa bermain-main di jalan raya, bersepeda, bermain skateboard, bermain layangan, seperti halnya di masa kecil dulu, ketika jalan raya belum sepadat sekarang ini. Klik di sini untuk tahu detailnya.

New Year, Every One?

Tahun Baru adalah suatu momentum peralihan dari satu tahun kalender ke tahun kalender berikutnya. Satu tahun kalender matahari yang kini kita pergunakan, terdiri dari 365 hari, dan momen yang dianggap sebagai tahun baru kini adalah tanggal 1 Januari.

Saya jadi ingin tahu sejarah Tahun Baru ini.....

Konon, perayaan pertama Tahun Baru ini dilakukan oleh bangsa Babylonia 4000 tahun lalu, tahun 2000 SM. Bangsa ini merayakannya pada tanggal 23 Maret (menurut kalender kini). Sebenarnya ini adalah saat yang lebih logis untuk merayakan tahun baru, karena ini adalah saat mulainya musim semi dan lahan mulai ditanami. Hmmmmm....

Kalau membaca sejarah, Tahun Baru yang sekarang dirayakan hampir oleh seluruh penghuni bumi pada 1 Januari, adalah warisan dari Julius Caesar, pada tahun 46 SM, ketika ia menciptakan sistem kalender baru. Kata Januari sendiri berasal dari kata Janus, nama dewa yang digambarkan memiliki 2 wajah, satu melihat ke depan, dan satu melihat kebelakang. Wow, simbol yang sangat bagus untuk peralihan tahun??!!

Tahun baru ini kemudian juga tidak selalu jatuh pada tanggal 1 Januari. Tahun Baru juga pernah diubah menjadi tanggal 25 Desember, kemudian pernah juga jatuh pada tanggal 25 Maret. Akhirnya pada abad ke 16, diubah kembali menjadi tanggal 1 Januari.

Okay.. so that's New Year. Next: How do you celebrate New Year?

  • In France, families gather and exchange gifts and greeting cards. Children often present their parents with homemade gifts to wish them Bonne Annee.
  • In Italy, a piece of mistletoe is hung over the front door to bring good luck to the entire household.
  • In Scotland, people bring delicious cakes and cookies to parties. It is believed that the first person to enter a house will receive good luck. "Auld Lang Syne," the traditional New Year's song, was written by a Scottish poet, Robert Burns, 200 years ago.
  • Children in Belgium write their parents New Year's messages on decorated paper. The children read the messages to their families on New Year's Day.
  • In Japan, New Year's is celebrated for three days, starting on January 1. Everyone receives new clothes and little work is done. On New Year's Eve, Buddhist temples ring out the old year by letting passersby each ring a huge bell once until it has rung 108 times, one time for each kind of evil in the world. On New Year's Day, it is traditional to make a pilgrimmage to a Shinto shrine or a Buddhist temple.
  • In the United States, the New Year's celebrations were originated in the 1750s by the Dutch in New Amsterdam. People make New Year's resolutions, they decide to "turn over a new leaf" and improve themselves in some way during the new year. (source: www.jeannepasero.com)
Tahun Baru pun hampir selalu dirayakan dengan 'membuat keributan': membunyikan terompet, lonceng, menembakkan senjata, atau meledakkan petasan. Seperti di Indonesia.

What do I do?
Absolutely nothing. Tahun Baru tidak pernah jadi satu hari yang berbeda, kecuali kebetulan hari ini adalah hari libur, sehingga malamnya kalau tidak mengantuk, kita bisa tidur lebih larut. Pernah juga sih dulu satu-dua kali saya ikut nongkrong di jalan, 'menjadi saksi' bagaimana tahun ini berlalu, menyaksikan keramaian orang-orang yang bersuka ria melewatkan pergantian tahun.

Tapi malam ini, saya punya rencana kecil... masih rahasia... Mudah-mudahan saya tidak terlalu malas dan mengantuk untuk melakukannya.

Anyway... Happy New Year, Everyone!!!!

Update on 2 Jan 03

Rencana kecilnya gagal total. Sesuai perkiraan, saya tertidur pada pukul 10 malam. Baru terbangun pukul 2 pagi, dan kedengarannya di luar hujan cukup lebat... ya udah deh... tidur lagi aja... :-)

xmast




merry x'mas buat si om, neng, ibu, ceceue, adek,
dan buat semuanya yang merayakan...
happy new year for all!!

Hari Ibu

Hari ini, 22 Desember, adalah peringatan Hari Ibu di Indonesia. Hari Ibu ini ternyata berbeda lho dengan Mother's Day yang dirayakan di negara-negara lain, terutama di Amerika. Perbedaannya:


  • Hari Ibu: tanggal 22 Desember, Mother's Day: on the second Sunday in May.
  • Hari Ibu: berkaitan dengan dengan sejarah perjuangan wanita di Indonesia, dan kalau tidak salah tanggalnya tersebut merupakan tanggal diadakannya kongres wanita pertama (??). Kesan pribadi saya, di sini lebih ditekankan "wanita" dari pada "ibu". Mother's Day: Kalau berdasarkan kata penggagasnya, Anna Jarvis , Mother Day ini memang didedikasikan untuk para ibu.


  • "...To revive the dormant filial love and gratitude we owe to those who gave us birth. To be a home tie for the absent. To obliterate family estrangement. To create a bond of brotherhood through the wearing of a floral badge. To make us better children by getting us closer to the hearts of our good mothers. To brighten the lives of good mothers. To have them know we appreciate them, though we do not show it as often as we ought..."

  • Kita bisa baca di koran, "Peringatan Hari Ibu yang ke-sekian" (tahun ini yang ke 74). Mother's Day tidak pernah disebut-sebut seperti itu sepertinya.
  • Peringatan Hari Ibu di Indonesia, paling banter diadakan di instansi-instansi pemerintah atau di sekolah. Kalau Mother's Day sepertinya bahkan sudah sangat komersial. Mother's Day adalah salah satu momen bagi produsen greeting card, gift, chocolate, and flowers untuk menangguk profit.
  • Di Indonesia ada Hari Ibu tapi tidak ada Hari Bapak, tidak seperti Mother's Day yang ada Father's Day-nya. Atau belum ada? Ada yang mau jadi penggagas?

Anyway, Selamat Hari Ibu....!

Notes:
Early festivals relating to the celebration of Mother's day can be traced as far back as ancient Greece, where spring ceremonies honouring Rhea, Mother of the Gods, were held. - The History of Mother's Day

Mudik, Lebaran, dan Ketupat

Mulai besok saya gak bisa ngeblog untuk beberapa hari... soalnya saya mau mudik nih... Gak pernah terbayang dulu, bahwa suatu saat saya akan ikut juga larut dalam arus keramaian musiman ini. Tapi nasib, menikah dengan lelaki Jawa, akhirnya membuat saya ikutan berbondong-bondong, beramai-ramai pulang kampung, demi adat kebiasaan, demi bisa bersilahturahmi dengan keluarga.. Hmm honestly I feel a little excitement...

Tahun ini sebenarnya bukan mudik pertama saya. Mudik pertama adalah dua tahun lalu, ketika itu saya masih pengantin baru. Tapi saat itu saya baru mudik pada Lebaran hari kedua. Lebaran tahun lalu saya tidak ikut mudik, karena saat itu anak saya Obin baru berumur 1bulan, masih terlalu kecil kan? Tahun ini adalah pertama kali pulang kampung membawa Obin ... wahhh... pamer anak nih... ha..ha...ha....

Buat semuanya, saya ucapkan SELAMAT LEBARAN.. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN...

Hm...di sana nanti makan ketupatnya pakai apa ya??? hm....

100 Years Teddy Bear

Tahun 2002 ini boneka beruang teddy bear ternyata merayakan ulang tahun yang ke-100. Menurut Marianne Clay dari teddybearandfriends.com , boneka yang bersahabat ini, lahir di dua belahan bumi yang berbeda, yaitu Jerman dan Amerika Serikat. Namun kedua-duanya muncul pada saat bersamaan, yaitu tahun 1902, tanpa saling berhubungan satu sama lainnnya (nice coincidence). Kalau menurut 'sejarah' versi Theodore Roosevelt (presiden amerika), ulang tahun Teddy Bear ini tepatnya jatuh pada bulan ini, November.

Saya waktu kecil tidak terlalu suka boneka (read:netral). Ada yang ngasih, syukur. Kalau gak ada, gak minta, dan gak akan pernah beli sendiri. Namun saya juga punya sebuah boneka Teddy Bear, hadiah ulang tahun waktu saya sudah kuliah (he..he..). Sekarang bonekanya jadi milik Obin. Ada boneka lain yang lebih saya suka, namanya Chewing, yaitu a doggie plush toy, yang badannya gepeng seolah-olah dia sedang tengkurep. Yang satu ini saya suka banget... soalnya si Chewing ini pasrah banget sih.. bisa jadi bantal dan bisa juga jadi alas duduk... terus kupingnya yang panjang bisa disimpul jadi berbagai bentuk.. he...he...Sayang si Chewing sudah tidak ada. Saya juga gak nemu foto yang lebih mirip dari foto ini di internet .

Others, what's your favourite toy?

My Condolences for Bali

i want to hear a commedy waltz tonight...
i've heard the news and it's always the same...
never any laughs just trouble again...
i want to hear a commedy waltz tonight...

- a song by Fairground Attraction

I don't read newspaper for Bali Tragedy, because it will only give me a pressure. I don't want to care at all about all the conspiracy theories behind the accident. Here, I just want say my condolences to all those killed and injured, with any nationalities, as well as the families whose left behind. Also for all Ballinesse people who might lost their earnings, their jobs, from now being. Also for Indonesia, as a country - not the government, for having another trial and hardship.

There can be no excuse or justification. Just sorrow and pain.