Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

:becoming dew



Ada pesan pendek dari Reda:
Neenoy, saya dan Ari akan melepas album musikalisasi puisi Sapardi :becoming dew pd hr Jumat, 26 Jan 07, pk 20.00, di Warung Apresiasi Bulungan. Datang & ajak teman2 ya.


Thanks, Mbak... Mudah-mudahan saya bisa datang ya.

Info lebih lanjut:

Menyaksikan Lahirnya Gadis Kecil

Saya lupa persisnya kapan perkenalan saya yang pertama dengan lagu puisi Sapardi. Yang saya ingat, dulu di kampus, lagu “Aku Ingin” cukup sering dilantunkan pada acara-acara musik sore. Lalu pada tahun 1996, saya beruntung diajak seorang kakak dan sahabatnya, nonton acara pertunjukan musikalisasi puisi ini di TIM. Pada saat itu, saya sempat membeli sebuah kaset, “Hujan Bulan Juni”, yang kini masih saya simpan tapi suaranya makin meliuk-liuk karena terlalu sering diputar.

Awal tahun 2003, karena sebuah posting saya di blog, saya akhirnya ‘mengenal’ para penyanyi, khususnya Tatyana (Nana) yang kemudian beberapa suratnya tentang lagu puisi, ikut saya tampilkan di blog ini. Juni 2003, sebuah acara diadakan Warung Apresiasi Bulungan. Tempat yang tak seberapa luas itu, malam itu, dipenuhi penonton yang rindu mendengarkan dan menyaksikan lantunan lagu-lagu puisi Sapardi. Termasuk di antaranya, saya.

Dua tahun berlalu. Kamis malam lalu, 23 Juni 2005, saya kembali hadir di sana, di Warung Apresiasi, Bulungan. Dengan kerinduan yang sama: mendengar dan menyaksikan lantunan lagu-lagu puisi Sapardi. Dan yang terutama, ikut menyaksikan lahirnya “Gadis Kecil”.


Gadis Kecil

Dua Ibu (Reda dan Tatyana) menyanyikan puisi Sapardi Djoko Damono.

“Dalam cd ini puisi saya telah diubah menjadi nyanyian yang indah, yang merupakan tafsir penulis lagu, pemusik, dan penyanyi. Penghargaan saya sampaikan kepada usaha mereka untuk menyampaikan puisi ke khalayak yang lebih luas” – Sapardi Djoko Damono.

CD album GADIS KECIL berisi 11 lagu puisi Sapardi Djoko Damono:

  1. Gadis Kecil
  2. Dalam Bis
  3. Hatiku Selembar Daun
  4. Ketika Jari-jari Bunga Terbuka
  5. Buat Ning
  6. Hutan Kelabu Dalam Hujan
  7. Sajak-sajak Kecil Tentang Cinta
  8. Dalam Diriku
  9. Nokturno
  10. Hujan Bulan Juni
  11. Aku Ingin

Harga Rp 50.000,- (setiap Rp 5000,-nya akan disumbangkan kepada anak-anak yang kurang beruntung).

--------------------------------------------------------------------
Gadis Kecil
Produksi Dua Ibu® 2005
Recorded, mixed, mastered at Studio 15 by Leonard 'Nyo' Kristianto
Hak Cipta © Dua Ibu
www. duaibu.com
duaibu@hotmail.com

Album ini melibatkan karya banyak seniman. Hargai kerja seni ini dengan tidak menggandakan sendiri, meng-copy, men-share CD dengan alasan apapun.



Untuk sementara CD ini sudah dapat diperoleh di:

  • Warung Apresiasi, Bulungan, Kebayoran (pukul 18.00-24.00)
  • Toko Buku BENGKEL DEKLAMASI Jose Rizal, Taman Ismail Marzuki (TIM) - Cikini.
  • Aksara Prodak Kemang: Jl. Kemang Raya 8b - T. +62 21 7199 288F. +62 21 7199 282 -- Aksara Prodak Cilandak Town Square: 2nd Floor, Unit 153, Jl. TB Simatupang Kav. 17 - T. +62 21 759 20347 -- Aksara Prodak Plaza Indonesia: LB, Unit 41 – 42 AJl. M.H. Thamrin Kav 28-30 - T./F. +62 21 310 7711 -- Email: info@aksara.com
  • EKI - Eksotika Kharmawibhangga Indonesia. Jl. Padang no. 30, Manggarai, Jakarta, email: eksotika@indo.net.id. T - 021 8313029 - 021 8312377

Selain bisa beli di tempat, EKI juga melayani pembelian dengan sistem cash on delivery (untuk Jabodetabek) dengan tambahan ongkos antar Rp 5000,-

  • Atau pesan melalui Dua Ibu, terutama untuk luar Jakarta (duaibu@hotmail.com, Tatyana, 021 – 70407823)

Saya kehilangan beberapa lagu favorit saya, di album yang baru ini. Tapi tak mengapa, karena ada banyak lagu baru yang bagus. Terutama untuk lagu satu di bawah ini. Iramanya riang dan rancak (pinjam istilah Bagja), dengan akhir yang menghentak, benar-benar seakan menghipnotis penonton, malam itu.

sajak-sajak kecil tentang cinta

/1/
mencintai angin
harus menjadi siut
mencintai air
harus menjadi ricik
mencintai
gunung
harus menjadi terjal
mencintai api
harus menjadi jilat
/2/
mencintai cakrawala
harus menebas jarak
/3/
mencintai-Mu
harus menjelma aku

(Sapardi Djoko Damono)



Bulan depan akan kembali digelar acara musikalisasi puisi SDD.
Tanggal: 20 - 21 Juli 2005
Tempat : Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki,
Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta

Untuk keterangan lebih lengkap, bisa di lihat di link
ini .

UPDATE: 18 JULI 2005

MAAF, ACARA DI ATAS DINYATAKAN BATAL! Berikut adalah email penjelasan dari Dua Ibu :

Yth. Sahabat Dua Ibu,

Melalui email ini kami beritahukan bahwa kita semua belum bisa berjumpa pada tanggal 20-21 Juli 2005 y.a.d di TIM dalam sebuah acara yang diberi tajuk "Hujan Bulan Juni" oleh penyelenggara.Kami urung tampil dan acara itu sendiri dibatalkan.

Saat ini kami sedang merancang sebuah event khusus dari Dua Ibu untuk Anda semua. Doakan agar semuanya lancar -- di tengah kesibukan kerja sehari-hari -- supaya kami dapat mewujudkan keinginan Anda semua untuk menikmati koleksi lagu puisi Sapardi Djoko Damono secara live.

Mohon maaf sebesar-besarnya, terimakasih banyak atas segenap perhatian serta kerjasama Anda semua, dan keep in touch!

Salam sejahtera,

Dua Ibu[ Reda & Tatyana ]

Baca tulisan-tulisan blogger lain yang hadir juga pada acara peluncuran 'Gadis Kecil' kemarin:

Puisi untuk Juni

ada gadis kecil diseberangkan gerimis
di tangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis --
di pinggir padang ada pohon dan seekor burung

GADIS KECIL - sapardi djoko damono, 2001

Dua Ibu

Siapakah mereka?
Mereka adalah Nana dan Reda Gaudiamo. Dua ibu yang biasa melantunkan dengan merdu lagu-lagu puisi Sapardi Djoko Damono.

Kedua ibu ini pun masing-masing telah membukukan karya cerpen mereka. Nana (atau dikenal juga dengan Tatyana), dengan kumcer Jakarta Kafe dan Single Mom’s Day Out. Reda dengan kumcer Bisik-bisik.

Mengapa mereka?
Karena dua ibu ini tak lama lagi akan meluncurkan kembali album musikalisasi puisi Sapardi tersebut.

Lalu?
Dua ibu ini membuka pintu bagi segala sapa dan tanya tentang album musikalisasi serta buku karya mereka. Jangan ragu mengetuk pintu rumah mereka: duaibu@hotmail.com.

Baca di blog ini cerita lain dari "Dua Ibu" dan karya mereka:
Musikalisasi Puisi
Jakarta Kafe, Sebuah Paket
Report Acara Musikalisasi Puisi
Sapardi Djoko Damono, Lagi??? - Sebuah Sejarah
Menunggu 'Hujan Bulan Juni' di Bulan Juni
Hujan Bulan Juni

Musikalisasi Puisi

Posting kali ini adalah untuk:

  • Orang-orang yang kerap 'nyasar' ke blog saya ini, karena kata-kata kunci antara lain; musikalisasi puisi, Sapardi Djoko Damono, aku ingin, hujan bulan juni.
  • Orang-orang yang sempat membaca tulisan-tulisan lama saya tentang musikalisasi puisinya Sapardi (Hujan Bulan Juni, Menunggu 'Hujan Bulan Juni' di Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono, Lagi??? - Sebuah Sejarah, Report Acara Musikalisasi Puisi); dan kemudian menyempatkan diri untuk menulis di kotak komentar, kotak sapa, buku tamu, atau bahkan melayangkan e-mail kepada saya untuk bertanya: di mana bisa mendapatkan kaset/ cd musikalisasi puisi itu, kapan akan kembali dirilis, dan pertanyaan-pertanyaan sejenisnya.
  • Teman-teman yang pernah mendengar -- entah di mana -- beberapa musikalisasi-puisi Sapardi yang cukup terkenal, seperti 'Aku Ingin' dan 'Hujan Bulan Juni'. Lalu menyukainya, tapi selama ini bingung bagaimana cara mendapatkan kaset atau CD-nya.
  • Teman-teman yang belum pernah sekali pun mendengarkan musikalisasi puisi tersebut, yang jadi penasaran mengapa saya berulang-kali menulis tentang hal itu. :p

Untuk mereka, berikut pesan singkat dari Mbak Reda Gaudiamo di kotak komentar saya:

Hai Neenoy,

Setelah hampir dua tahun mendengar namamu dan sempat beberapa kali mampir ke Perahu Kertas, hari ini saya nekat memperkenalkan diri. Saya, Reda. Teman nyanyinya Nana.

Lewat pesan pendek ini, saya ingin berbagi kabar, bahwa album kami akan segera muncul (beneran!), karena hari ini, master-nya sudah selesai dan siap digandakan minggu depan. Bila segalanya lancar, Juni nanti sudah selesai dan siap didengarkan.

Terima kasih yang amat sangat kepada Neenoy dan teman-teman di Perahu Kertas yang sudah memberi dukungan kepada kami, dua ibu ini. Tanpa doa dan nyala harapan kalian yang begitu benderang, rasanya langkah kami tak akan seringan ini.

Thank you!

Much love, reda

PS: kalau sempat, sila mampir ke Kinokuniya Plaza Senayan, tg. 19 Mei '05, jam 18 - 20.00 wib. Nana mau launch buku barunya!



Buat Mbak Nana & Mbak Reda, semoga semua lancar. Semoga Juni ini kita sudah bisa menikmatinya.... Wah, gak sabar, deh! Btw, lagunya apa aja nih? Ada lagu baru, gak? :)


UPDATE (1 Juni 2005):

Tatyana dan Reda Gaudiamo dapat disapa di duaibu@hotmail.com

Report Acara Musikalisasi Puisi SDD

Wah.. gue lagi gak sempet nulis apa-apa. Juga report tentang acara kemarin. Tapi ternyata udah ada yg nulis kok. Silahkan berkunjung ke sini dan di sini :)

** duh blogger baru ini ada yang signifikan beda gak sih? gue belum sempet nih ngopreknya :(

SEGERA : Musikalisasi Puisi SDD

Ya, saya tahu ini mepet banget. Tapi anyway kayaknya saya sudah utang informasi ini, terutama buat orang-orang yang sudah sering nyasar dari search engine ke blog saya karena posting saya yang ini, ini, dan ini. :-)

NB:
Acara ini menurut informasi bukan launching kaset/ CD seperti yang pernah saya isukan dulu :-). Dan tempat katanya sangat terbatas, sehingga yang benar-benar berminat diharap menghubungi nomor telpon di bawah terlebih dahulu (untuk mendapatkan undangan).

Berikut detailnya :

Musikalisasi Puisi - Sapardi Djoko Damono

Rabu, 25 Juni 2003 (Pk. 19.00 - 21.00 WIB)
Warung Apresiasi - GOR bulungan, Jakarta Selatan

Acara :
Musikalisasi Puisi (Ari, Reda, Nana)
Pembacaan Puisi
Lelang Buku Sapardi Djoko Damono

Informasi dan konfirmasi :
Redaksi MataBaca
5483008, 5490666 ext. 4041-4043
Jakarta News FM
75816833 (Arum)


psst.. pengumuman ini bakal terhapus sendiri kalau acaranya sudah lewat... :D

info tambahan :

Buat yg gak bisa dateng / gak kebagian undangan, tapi pengen denger:
Acara ini akan disiarkan langsung di Radio Jakarta NewsFM -- 97,4 FM -- pada malam itu (25 juni), mulai jam 7 sampai 9.

Sapardi Djoko Damono (Lagi???)

Sebuah Sejarah

Sejak saya menulis mengenai musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono (SDD) beberapa waktu yang lalu, saya telah mendapat beberapa email yang menanyakan hal tersebut dan beberapa pesan di tagboard/ comment box yang menanyakan keberadaan kasetnya. Sampai saat ini pun, referral di sitemeter blog ini menunjukkan cukup banyak pengunjung yang nyasar ke sini, berasal dari pencarian kata kunci Sapardi Djoko Damono.

Kebetulan, Nana Soebi, salah seorang penyanyi musikalisasi puisi ini, pernah menuliskan email yang menjelaskan mengenai sejarah kaset tersebut. Berikut penjelasannya:

Ini mungkin bisa sedikit jadi latar belakang kaset yang tanpa setahu kami ternyata cukup dihebohkan sampai sekarang itu.

Awalnya adalah sebuah kerja keroyokan di tahun 1987 dan 1988 untuk sebuah "tugas" yang diberikan ke FSUI dari Menteri Pendidikan & Kebudayaan waktu itu, Fuad Hasan, untuk lebih memasyarakatkan sastra khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Namanya Bulan Apresiasi Sastra, dan salah satu "produk"nya adalah sekoleksi musikalisasi puisi beberapa penyair yang diedarkan untuk kalangan sangat terbatas saja. Tahun 1990, Sapardi Djoko Damono, yang senang musik dan pandai main gitar juga, kepingin puisinya bisa dimusikalisasi. Jadilah the notorious
Hujan Bulan Juni itu. Peredarannya juga terbatas sekali karena sebagai kaset musik barang itu tidak masuk jalur label industri musik Indonesia (sekarang sih istilahnya "indie"). Kalau ada yang pernah lihat kloter pertamanya dulu, cover kasetnya berbeda dengan yang kloter produksi ulang yang membaregi munculnya album kedua Hujan Dalam Komposisi. Album kedua itu sendiri muncul setelah pentas di TIM itu, kebetulan juga karena ada lagu-lagu baru yang sayang kalau gak didokumentasikan.

Penerbit Grasindo tahun itu juga menelurkan buku kumpulan puisi Hujan Bulan Juni. Sebetulnya judulnya bukan itu, tapi menurut editornya, judul puisi yang itulah yang lebih menjual... karena sudah banyak orang tahu kaset pertama kami. Puisi-puisi yang ada di buku itu sebagian besar diambil dari kumpulan puisi SDD yang sudah dibukukan, sebagian lagi belum, sebagian lagi baru. Dari sekian buku, memang buku itulah yang paling dimintai. Mungkin karena puisinya banyak. Padahal penyairnya sendiri gak senang kumpulan yang berisi terlalu banyak puisi.

Sementara itu, personel pendukung kedua kaset lama tercerai-berai, karena urusan hidup masing-masing. Setelah pada lulus, kami jarang ketemu. Tahun 1996 itu saja sudah merupakan satu reuni tersendiri bagi kami. Dan tidak lagi ketemu sampai tahun lalu. Ari dan Reda sebetulnya masih sesekali nyanyi, itu pun kalau salah satu tidak sibuk. Aku suka bikin kesal mereka berdua karena sempat ogah nyanyi. Yang lain sama sekali No. Sampai akhirnya, gak tau ujung pangkalnya apa, aku dan Reda sepakat kami mesti nyanyi lagi. Secara serius, dan itu berarti album baru. Mungkin juga buat terakhir kalinya, karena meski tidak terkena osteoporosis, sekarang saja kalau kelamaan nyanyi hidung jadi sakit. Tapiiii... kelamaan gak nyanyi malah hatinya yang sakit... So, terbitlah terang di masing-masing kepala tua ini, kenapa nggak bener-bener bikin sesuatu. Terakhir terakhir deh... gak apa-apa.

Sementara itu, dari hasil rumpi dua nenek, kok terkumpul banyak facts bahwa kaset-kaset lama itu sangat disuka. Dan masih sangat dicari. Seorang teman pernah memergoki segerombol anak kampus mau naik gunung di satu terminal di Jember, menyanyikan lagu-lagu kami. Seorang pakar manajemen menyitir salah satu lagu di seminarnya yang bergengsi.
Aku Ingin sendiri, setelah dijadikan lagu tema Cinta Dalam Sepotong Rotinya Garin, makin gak terkendali. Selain dihiaskan di kartu-kartu undangan perkawinan, di Bandung dan Yogya dijembreng-jembreng dalam T-shirt. Satu event lomba musikalisasi puisi di salah satu kampus besar Indonesia menjadikan lagu itu sebagai lagu wajibnya. Garin lalu pakai lagi dua lagu di film tivinya, Rembulan di Ujung Dahan, 2002 kemarin. Belum beberapa sinetron yang tanpa seizin SDD menampilkan bintangnya sedang menyanyikan lagu-lagu itu.

Belum juga yang secara langsung menagih ke masing-masing dari kami, mau beli kaset, atau minta izin meng-copy, atau bahkan sampai marah-marah karena kami ini bego-bego bener jadi manusia...

---

Kami senang, lebih karena bisa jadi kita semua memang butuh banyak alternatif untuk membuat hidup ini terasa lebih manis. Kami senang puisi (bukan cuma karya SDD yang notabene sudah seperti bapak kami sendiri itu), kami senang menyanyi, meski bukan cuma musikalisasi puisi tapi sekarang jadi lebih senang lagi karena lagu-lagu itu ternyata disukai. Seingat kami sih, susah-susah gampang juga bikin lagu-lagu itu, karena kadang SDD sendiri gak berkenan. Entah cara menggalnya salah, entah aransemennya gak cocok. Kami semua berangkat dari kampus, dengan gaya bermusik jaman itu, mainly pake gitar dan betul-betul mengandalkan vokal. Tapi pada dasarnya, SDD itu sangat membebaskan kami untuk berekspresi dan gak kepingin turut campur dalam proses kreatif setiap lagu.

oleh Nana Soebi


To Morning Dew : Can we call this a guest -blogging? ^__^

Menunggu Hujan Bulan Juni di Bulan Juni

sebuah kabar gembira bagi penggemar puisi Sapardi Djoko Damono

Saya sudah pernah cerita bukan, bahwa saya sangat menyukai puisi karya Sapardi Djoko Damono? Saya juga sudah pernah cerita bukan, bahwa saya memiliki sebuah kaset berisikan musikalisasi puisi-puisi tersebut, yang dilantunkan dengan manisnya dan diiringi dengan petikan gitar?

Beberapa hari yang lalu saya menerima sebuah email yang isinya merupakan berita yang paling menggembirakan buat saya hari itu. Atas seijin penulis surat, saya ingin membaginya kepada teman-teman semua...


From: nana
To: neenoy
Subject: sapardi djoko damono
Date: Thu, 23 Jan 2003 16:22:26 +0700

neenoy yang baik,
website Anda tidak sengaja kami temukan waktu iseng-iseng surfing. senang juga baca-baca posting teman-teman Anda di situ. gak pa-pa kan? enak juga ngobrolin begitu banyak hal yang mungkin sudah luput dari keseharian kita yang serba cepat-cepat dan grusa-grusu ini.

satu hal yang lalu kami perhatikan: soal puisi SDD (demikian kami biasa menyingkat nama penyair itu). kebetulan, kamilah yang nyanyi rame-rame malu-maluin di kaset punya Anda itu. sudah tua-tua nih, tapi hobi jalan terus, meski gak ada yang mau dengerin. siapa lah mau dengerin lagu puisi?

mumpung sudah tua (lho?) kami mau bikin sesuatu yang... kalau di angan-angan kami sih, manis buat dibaca-baca dan didengarkan. entah saat sedang jatuh cinta, sedang ingin menyendiri, atau sedang in the mood untuk merenungkan mau apa sih kita semua ini sebagai manusia... kok gampang bener berantem.
tunggu tanggal mainnya ya? agak lama sih, karena rasanya kami mesti mulai lagi dari nol. maklum, umur udah jauh...

kalau neenoy dan teman-teman suka, kami akan senang sekali andai bisa menyanyikan lagi puisi-puisi cantik itu buat Anda semua...

salam,
ari-reda-nana-umar-sapardidjokodamono


dalam kesempatan berikutnya, mbak nana melanjutkan...



Rencana kami itu lebih didasari semata oleh keinginan untuk kembali nyanyi serius -- bukan cuma di kamar mandi atau di dekat anak sendiri yang malah tutup telinga dengar suara ibunya. Masih puisi SDD, masih main di gitar juga, karena... hehe... kayaknya emang begitulah manisnya. Kami sangat tidak ingin kalau musik kami harus menilep (eh, bahasa apa ya ini?) bunyi larik puisinya sendiri. Di samping itu, kami selalu mau agar lagu-lagu itu bisa didendangkan dengan santai saat kita bikin kopi sore-sore, tanpa kita mesti mengesampingkan puisinya. Ada teman yang pernah bilang, lagu kami itu bisa meruntuhkan kemurkaan suaminya gara-gara dia kebablasan pakai Mastercard-nya, hehehe...

Andai tak ada aral melintang, kami mau Juni nanti kita semua bisa ketemu somewhere... We'll keep in touch ya, Noy... dan salam buat teman-teman!


Kabar di atas adalah kabar yang sangat menggembirakan buat saya. Mudah-mudahan juga kabar yang menggembirakan juga buat teman-teman semua.

Untuk Mbak Nana, Mas Ari, Mbak Reda, Mas Umar, Pak Sapardi... saya akan sangat menantikan "hujan bulan juni" di bulan Juni nanti... semoga tak ada aral yang melintang...


UPDATE : 30 Jan 03

Jika mau tahu lebih banyak lagi tentang puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono, link berikut mungkin bisa membantu:

Hujan Bulan Juni

Kini November, bukan Juni. Hujan pun masih segan menyapa Jakarta. Lalu, mengapa Hujan Bulan Juni??
Weedee, kemarin posting mengenai sebuah lagu dari sajak karya Sapardi Djoko Damono, Aku Ingin. Waah.. saya sukaaa sekali puisi ini dan lagunya. Bahkan saya punya 1 kaset musikalisasi puisi-puisinya Sapardi, judulnya Hujan Bulan Juni. Saya pun pernah nonton pagelaran musikalisasi puisi ini di TIM... ughh... it's been a looong-looong ago

Sapardi, puisi-puisinya saja sudah bagus, jadi tambah bagus lagi setelah dilantunkan dengan manis, penuh perasaan, dan diiringi petikan gitar. Soo.. sweeet...

Selain Aku Ingin, puisi yang saya sangat suka adalah Hujan Bulan Juni ini. Pesannya sama dengan Aku Ingin: cinta yang sederhana, cinta yang tidak menuntut, atau pinjam kata-katanya dee "cinta yang membebaskan"... waah... jadi melankolik deeh....


Hujan Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu



Saya malah pernah mencoba bikin cerpen, inspired by puisi ini... tapi gagal. too mellow... he..he...