Setelah Liburan Panjang

Selasa pagi. Waktunya kembali bekerja. Bangun pagi dengan happy, mood gw lagi bagus. Libur panjang kemarin sangat menyenangkan. Main pasir dan ombak, berkejaran bertiga di sepanjang pantai, memandang wajah kecil yang ceria... ah... :)

Di jalan. Hari pertama kembali bekerja. Macet. Gak heran, deh. Semua orang kembali sibuk. Macet banget. Gak masalah. Soalnya mood gw lagi bagus.

Lihat di luar! Rumput-rumput di pembatas jalan mulai menguning. Kering. Tapi kemarau punya keindahannya sendiri. Ini saat daun-daun coklat melepas satu-satu dari ujung ranting. Lihat mereka terbang melayang pelan? Menari bersama angin. Mengapung di udara. Meliuk. Mengambang. Lalu jatuh perlahan di atas jalan.

Macet luar bisa. Sudah dua jam berkendara, belum separuh perjalanan dilewati. Tapi mood gw lagi bagus. Jadi, santai aja, ya. Toh, apa sih yang gw kejar?

Eh, kenapa motor di seberang jalan itu? Kok tiba-tiba oleng dan terbalik? Sebuah motor lain melambat dan pengendaranya turun membantu. Seseorang dari pelataran bangunan juga ikut menolong. Untunglah, sepertinya semua baik-baik saja. Dan ya, mood gw lagi bagus.

Hey, itu bukan daun, yang melayang-layang di atas mobil di depan. Itu kupu-kupu hitam putih. Sayapnya tidak mengepak. Hanya membentang, mengapung di atas angin. Gak heran gw sempat salah sangka. Tuh, kan. Kupu-kupu itu sedang pura-pura jadi daun gugur :p. Mengepak sesekali untuk terbang naik, lalu kembali mengambang di udara, mengikuti geliat-geliut angin.

Wow, sudah tiga jam. Masih di sini-sini aja. Hey, tapi mood gw lagi bagus. Itu papan pengumuman berwarna kuning, yang bertuliskan "maaf-perjalanan-anda-terganggu-ada-pekerjaan-busway", gak boleh merusak mood gw.

Baca, baca buku lagi aja, deh. Toh jalan merayap kayak siput. Baca buku tebal yang sudah beberapa hari nongkrong di mobil. Buku cerita pendek-pendek tentang dunia yang bijak dan indah. Tumben nih, bisa selesai sampai tiga bab sekaligus.

Hmmm... mesin mobil makin panas. Pendingin udara harus dimatikan sesekali, supaya suhu mesin kembali normal. Udara di luar (dan di dalam) terasa semakin bikin gerah. Keringat mulai membasahi ketiak. Untung deh tadi gak pake baju tebal. Hahaha, ya, mood gw masih bagus, kok.

Tiga setengah jam lebih. Akhirnya sampai di perempatan jalan itu. Oh ternyata, kalau jam segini, Nano dan Pepen sudah tidak ada. Mungkin mereka mangkal di tempat lain yang lebih strategis.

Empat jam. Akhirnya sampai juga. "Hey, harusnya elo udah nyampe Bandung, tuh!" Tawa menderai, "iya nih... eh, sebentar lagi udah waktunya makan siang, ya?" Untung mood gw lagi bagus...

4 comments:

dy said...

Hmmmm... kalo gw di jalanan macet begitu lama udah misuh2 kali :) Btw, emailnya udah dibales Noy, Thx!

Anonymous said...

hi.. hi... habis bulan madu ya bun.

honeymood dong. ;)

Anonymous said...

sejak di bali, kayakna kenal macet udah hampir gak pernah. Menyenangkan sekali rasanya.

btw, honeymoon dimana bun?.. ;)

Anonymous said...

Kalo mood lagi ga bagus, kira-kira butuh sansack ngga, Bun? ;)

--durin--